PORTAL BOGOR, Jakarta - Adanya ancaman pembunuhan satu per satu warga Muhammadiyah yang diduga dilontarkan oleh pegawai BRIN, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyayangkan adanya hal tersebut.

Laksana Tri Handoko pun mengatakan, saat ini BRIN sedang mencermati perkembangan isu terkait diskusi maya di media sosial terkait penetapan 1 Syawal 1444 H tersebut.

Laksana Tri Handoko mengatakan, dirinya segera melakukan pengecekan di internal BRIN.

 "Sangat disayangkan, perbedaan ini memicu isu yang kurang produktif dan disinyalir terkait dengan salah satu sivitas BRIN," katanya.

Laksana Tri Handoko menjelaskan, saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan atas informasi dan status dari penulis komentar yang meresahkan masyarakat tersebut. 

Langkah konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah benar sivitas tersebut adalah ASN di BRIN atau bukan.

"Saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan kebenaran atas informasi," ujar Laksana Tri Handoko.

"Apabila penulis komentar tersebut dipastikan ASN BRIN, sesuai regulasi yang berlaku BRIN akan memproses melalui Majelis Etik ASN, dan setelahnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin PNS sesuai PP 94/2021," tegas Laksana Tri Handoko

Kepala BRIN juga mengimbau agar publik tidak terpancing dengan isu yang beredar dan mengajak publik untuk merujuk pada sumber informasi yang terpercaya.