PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) yakni Bey Machmudin, bersama Asmawa Tosepu Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Bogor, ikut serta dalam serah terima Sertifikat bagi penghuni Hunian Tetap (Huntap) di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (19/01/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, PJ. Gubernur Bey Triadi Machmudin, PJ. Bupati Asmawa Tosepu, Kajari Kabupaten Bogor Sri Kuncoro, Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor Wilayah 1, Dinas terkait BPKAD, DPKPP, BPBD dan DPUPR, Omdusman, Muspika Kecamatan Cigudeg, dan PTPN VIII Cigudeg Kabupaten Bogor.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia yaitu Hadi Tjahjanto, melakukan penyerahan Sertifikat kepada korban bencana banjir bandang yang terjadi pada 1 Januari 2020 silam.

Bey Machmudin mengapresiasi kegiatan penyerahan Sertifikat bagi korban bencana, menyatakan bahwa pembangunan Huntap merupakan langkah baik dan sinergitas dari berbagai instansi untuk membantu korban bencana alam banjir dan longsor tahun 2020.

"Saya mengapresiasi pemberian Sertifikat ini sebagai bukti sinergi kerjasama antara Kementerian ATR/BPN, BNPB, PUPR, Pemkab Bogor, dan Ombudsman," ungkap Bey Machmudin.

Ia berharap pembangunan rumah dapat menjadi pertimbangan untuk daerah yang bukan rawan bencana. Meskipun sudah ada ratusan rumah untuk Huntap korban bencana, baru 51 keluarga yang menerima sertifikat pada saat ini.

“Akan diserahkan juga menjadi hak mereka,”bebernya.

Perlu diketahui, sejak terjadinya bencana pada awal tahun 2020, ribuan kepala keluarga di tiga kecamatan di wilayah Bogor Barat, termasuk Cigudeg, Nanggung, dan Sukajaya, kehilangan tempat tinggalnya akibat bencana alam.

Peresmian Huntap tersebut sudah dilakukankan oleh Iwan Setiawan beberapa waktu yang lalu, yaitu Huntap di 19 Desa yang terbagi di wilayah Kecamatan Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Sukamakmur, Leuwiliang, dan Pamijahan Kabupaten Bogor.