PORTALBOGOR.COM, SUKAJAYA - Aktivis Cental Gerakan Pemuda dan Mahasiwa Bogor (CGMPB) sikapi persoalan terhadap situasi lapangan pada pembanguan jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yang sangat memprihatinkan, pada Senin (06/10/2023).
Kegiatan yang telah direncanakan sejak tahun 2020 sebagai penanganan pasca bencana longsor di Kecamatan Sukajaya tersebut, seharusnya tahun ini dapat tuntas khususnya jalan yang menghubungkan ujung Desa di Kec. Sukajaya dan Nanggung, Kec. Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Namun kini dengan sisa waktu proyek pembangunan, nyatanya di lapangan masih belum ada progres yang jelas.
Hal itu yang dinilainya disinyalir bisa mangkrak, ataupun dengan memaksakan sisa waktu yang ada berpotensi menurunkan kualitas hasil bangunan.
CGMPB turut mengingatkan kepada pihak penyedia ataupun konsultan pengawas untuk dapat serius dalam mengerjakan proyek pembangunan itu.
"Dengan keadaan dilapangan hari ini, kami (CGMPB) mengingatkan kepada pihak penyedia atau kontraktor yakni CV. Mocha Kreasindo dan pihak konsultan pengawas (yaitu) PT. Nasuma Putra untuk tidak main-main perihal pembangunan di ruas jalan Desa Kiarasari," ujar Asep Kurnia selaku Koordinator Presidium CGMPB kepada awak media portalbogor.com pada Senin, 6 November 2023.

"Jangan sampai menggali liang kubur sendiri yang pada akhirnya harus mengembalikan uang yang sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Askur.
Askur menuturkan bahwa kendati demikian, dikarnakan kelebihan bayar atau kekurangan volume maka pada akhirnya pihak penyedia harus berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
"Hal ini menjadi atensi kami dari aktivis CGMPB untuk segera bersurat kepada insfektorat serta Kejaksaan Negeri Cibinong untuk reaktif mengenai persoalan ini," ujarnya.