PORTAL BOGOR, Sukajaya - Pendaftaran Siswa baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sukajaya tahun ini menuai keluhan dari masyarakat. 

Banyak calon siswa yang mendaftar tidak diterima sesuai harapan, terutama karena sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan.

Menurut seorang wali murid yang akrab disapa Jambrong, mengatakan antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Sukajaya sangat tinggi. Namun, kenyataan tidak berpihak pada harapan mereka. 

"Kebanyakan yang daftar ke SMAN Sukajaya, tapi penerimaannya tidak sesuai dengan harapan. Padahal SMA negeri di Sukajaya hanya satu. Sudah tidak ada harapan lagi karena kuotanya sedikit sedangkan yang daftar banyak. Jadi, kenapa kita warga Sukajaya harapannya di SMAN Sukajaya ternyata tidak diterima kita harus kemana lagi?" keluhnya.

Kondisi ini semakin rumit karena banyak orang tua berharap anaknya diterima di sekolah tersebut. 

"Sekarang kita mengejar tahap dua, dan kalau tidak keterima juga di tahap dua mau bagaimana lagi, bingung saya juga sedangkan anak menginginkannya hanya sekolah di SMA. Kami dari masyarakat terserah pemerintah mau pakai sistem apa, yang penting anak kita bisa sekolah di tempat yang diharapkan oleh anak," tambahnya.

Di Desa Pasirmadang, misalnya, dari 30 orang yang mendaftar, hanya empat orang yang diterima melalui jalur Surat Keterangan Miskin (SKM).

Menurutnya, keadaan ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan masyarakat yang berharap sistem penerimaan siswa baru bisa lebih fleksibel dan akomodatif, terutama bagi mereka yang berada di daerah pinggiran. 

"Dengan harapan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah yang diinginkan, kami sebagai warga Sukajaya berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini," bebernya.