PORTAL BOGOR, Cigudeg - Bencana alam banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Cigudeg awal Januari 2020 silam masih menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Selasa, (27/06/2023).
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) yang dalam hal ini melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) pada Jum'at, (23/06/2023) kemarin memberikan bantuan Huntap kepada warga terdampak.
Namun, dalam pembagian Huntap tersebut, diwarnai dengan protes dan isak tangis warga.
Pasalnya, warga menilai DPKPP dan BPBD tidak tepat dalam memberikan Huntap, ada beberapa rumah warga pasca bencana yang kondisinya habis tersapu bersih banjir bandang namun belum mendapatkan Huntap.
Sedangkan, ada rumah yang kondisinya masih layak huni sudah diberikan kunci Huntap.
Warni Erisnawati atau yang lebih akrab disapa Uar, salah seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg yang terdampak banjir bandang dengan kondisi rumah tersapu habis mengungkapkan keluhannya kepada awak media.
"Iya padahal rumah kami parah kondisinya bahkan kami mengontrak. Kok kenapa yang rumah kondisinya masih layak di huni dapet duluan apa ini yang di sebut secara Prioritas," kata Warni Erisnawati.

Disisi lain, Staf Desa Sukamaju Seksi Kesejahteraan (Kesra), Utom dan Ajum membenarkan perihal warganya yang belum mendapatkan Huntap.
"Dari data 221 atas nama Erisnawati itu tidak ada, padahal rumahnya Tersapu bersih pasca Bencana Alam Banjir Bandang pada 1 Januari 2020 lalu," ucap Utom.