PORTAL BOGOR, Cibinong - Polemik Bimbingan Teknik (Bimtek) penyuluhan hukum dan keuangan dana desa yang digelar oleh Meraki Management Indonesia, Ismail Marzuki, Founder Meraki pun angkat bicara.
Kepada PortalBogor, Ismail Marzuki menegaskan bahwa para kepala desa se-Kabupaten Bogor tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut.
Ismail Marzuki mengatakan, para kepala desa yang merasa perlu mendapatkan pemahaman tentang hukum dan keuangan dana desa, bisa mengikuti kegiatan tersebut.
"Menjawab pertanyaan, apakah kepala desa wajib ikut dalam bimtek tersebut, saya tegaskan tidak wajib. Silakan kalau kades mau ikut bimtek, kalau nggak juga nggak apa-apa," tegas Ismail Marzuki.
Terkait dengan ada atau tidaknya konsekuensi jika tidak ikut dalam kegiatan Bimtek Jaga Desa ini, Ismail Marzuki mengatakan tidak ada konsekuensi apa pun.
"Tidak ada konsekuensi apa pun jika tidak ikut acara Bimtek Jaga Desa ini, dan tidak akan dipanggil Kejaksaan. Karena kita memang tidak ada kerjasama dengan Kejari Kabupaten Bogor," kata Ismail Marzuki.
Bukti bahwa pihaknya tidak ada kerjasama dengan Kejari Kabupaten Bogor, karena surat penawaran Bimtek Jaga Desa ini diberikan langsung kepada para kades tanpa melibatkan Kejaksaan.
"Surat penawarannya dikirim oleh kita kepada para kades, bukan oleh pihak lain," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Founder Meraki Management Indonesia Ismail Marzuki mengatakan pihaknya tidak ada kerjasama resmi, baik dengan Pemkab Bogor maupun dengan pihak Kejari Kabupaten Bogor.