PORTAL BOGOR, Sukajaya — Dua pekan menjelang Hari Raya Lebaran 2023, masyarakat Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor menuntut Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor segera memperbaiki ruas jalan dan gorong-gorong yang jebol. 

Selain menuntut perbaikan sistem irigasi tersebut, ruas jalan yang menghubungkan dua provinsi Jawa Barat dan Banten itu dipenuhi rumput ilalang yang belum pernah dibersihkan oleh dinas terkait. 

Menurut warga, Ramdhani, situasi gorong-gorong yang jebol itu disinyalir semakin tambah besar hingga menimbulkan longsor di bahu jalan.

Hal ini membuat pengendara yang melalui jalan tersebut harus ekstra hati-hati, apalagi dalam keadaan malam hari. 

"Kalau saja dibiarkan terus-menerus, bisa jadi terputus jalan penghubung kami. Akses jalan itu kan penghubung alternatif pemudik atau aktivitas warga Jabar Banten," kata Ramdhani, Senin 10 April 2023.

Ramdhani mengatakan, longsor yang terjadi  di area gorong-gorong itu sudah lama dan belum pernah melihat ada perbaikan dari Pemkab Bogor melaui dinas PUPR Kabupaten Bogor.

"Sudah lama terjadi longsor itu, cuman kami belum pernah melihat dari dinas pekerjaan jalan yang memperbaikinya. Bahkan untuk pembersihan jalan pun belum pernah ada. Bahkan hanya kami saja seluruh desa yang sering gotong royong membersihkan jalan sepanjang pintu masuk Desa Cileuksa hingga perbatasan," jelas Ramdhani.

Sementara itu, Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhyadi membenarkan adanya bahu jalan yang sudah lama longsor tersebut.

Ujang Ruhyadi menyampaikan,  pemeliharaan dari UPT Jalan Jembatan Wilayah Cigudeg Sukajaya Nanggung dinilai kurang proaktif dalam merespon perbaikan dan perawatan jalan tersebut.