PORTALBOGOR.COM, BOGOR - Isu terkait jalan tol tambang dan dump truck di Kabupaten Bogor semakin memanas setelah muncul kecaman dari AMCPB untuk melakukan aksinya bersama Asosiasi Transporter Tangerang Bogor (ATTB).

Pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar dinilai Aliansi Masyarakat Cigudeg dan Parung Panjang Bersatu (AMCPB) telah lalai dan lamban dalam menyikapi oknum pelaku dump truck di jalan raya. 

Kini AMCPB berkonsolidasi dengan ATTB untuk mengecam Pemkab Bogor atas pembiaran masalah jalan tol tambang di Kabupaten Bogor.

Tidak hanya AMCPB, kini Sekretaris Jenderal ATTB yakni Achmad Gojali turut mengkritisi Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar untuk segera melakukan percepatan pembangunan jalan tambang sebagai solusi atas jalan tol tambang yang hingga kini belum ada sikap apapun dari pemerintah.

ATTB mendesak Bupati Bogor dan PJ Gubernur Jabar untuk segera bersikap atas permasalahan jalan tambang yang dinilainya telah banyak memunculkan korban.

Sebagaimana yang dilansir portalbogor.com pada Selasa (28/11), berikut tuntutan dari ATTB:

1. Meminta Bupati Bogor untuk percepat pada pembangunan Jalan Tol Khusus Tambang;

2. Sediakan lahan peruntukan kantong parkir dilahan perhutani (oleh pihak perhutani) dengan luas 12 hektare di rest area (Eewod) Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor;

3. Angkutan tambang yang tidak bermuatan dapat melintas disiang hari dengan jam operasioal pada pagi hari sejak pukul 09.00 - 11.00 WIB. Siang hari pukul 13.00 - 16.00 WIB. Sore hari pukul 20.00 - 05.00 WIB.