PORTAL BOGOR, Cibinong - Aktivis Lingkar Masyarakat Bogor (LIMBO) Dede Jujun meminta Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorkab KONI Kabupaten Bogor tegas dalam penentuan calon Ketua KONI Kabupaten Bogor, dan jangan mau diintervensi.

Hal tersebut menyusul ditundanya pengumuman calon Ketua KONI Kabupaten Bogor yang dijadwalkan pada Jumat, 14 Juni menjadi Senin, 17 Juni 2023 mendatang.

Menurut Dede Jujun, untuk memverifikasi dua calon Ketua KONI Kabupaten Bogor dengan jangka waktu satu pekan, itu sudah lebih dari cukup.

Namun, dengan alasan rapat pleno hingga pukul 21:00 WIB, tim TPP Musorkab KONI Kabupaten Bogor tidak bisa mengumumkan hasil rapat tersebut, dan akan melaporkan pada Plt Ketua KONI Kabupaten Bogor dan SC Musorkab pada Senin (17/7/2023) nanti.

"Saya sangat menyayangkan kinerja Tim TPP Musorkab KONI yang sangat lamban. Terlihat, mereka tidak bisa memutuskan apakah kedua bakal calon tersebut lolos verifikasi atau ada yang gugur? Kalau memang ada persyaratan yang kurang, ya gugurkan saja," tegas Dede Jujun.

Menurut Dede Jujun, untuk memverifikasi kedua calon tersebut lolos atau tidak, tinggal melihat pada persyaratan untuk menjadi bakal calon ketua KONI Kabupaten Bogor.

"Persyaratan kan sangat normatif, tinggal KTP, pernah menjadi pengurus KONI atau cabor, ditambah dengan beberapa persyaratan tertentu. Itu tinggal dibuktikan, tidak butuh waktu yang lama. Apalagi bakal calon hanya ada dua orang," tandas Dede Jujun.

Menurut Dede Jujun, ada beberapa persyaratan yang memang agak berat dipenuhi oleh bakal calon Ketua KONI Kabupaten Bogor.

Persyaratan itu diantaranya mendapat dukungan minimal 18 cabor, bagi bakal calon ASN harus mendapat izin dari Plt Bupati Bogor dan bagi bakal calon non ASN yang menjadi caleg, harus mengundurkan diri dari pencalegannya.