PORTALBOGOR.COM, SUKABUMI - Isu-isu pendidikan menjadi hal menarik untuk selalu dikaji di Indonesia. Tenaga pendidik masih mejadi faktor atas permasalahan yang harus dibenahi dalam tubuh pendidikan yang menjadikan Indonesia masih tertinggal dibidang pendidikan dengan negara lain.
Menurut wordtop20.org pada tahun 2023, Indonesia berada pada posisi ke-67, bahkan harus tertinggal oleh negara tetangganya yakni Malaysia yang menduduki posisi ke-38 di dunia.
Selain itu, pemerintah masih dinilai rendah dalam memperhatikan pelaku pendidikan (guru) terutama guru honorer yang hingga saat ini masih memiliki upah/gajih yang tidak layak, padahal guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan.
Hal ini dapat berdampak kepada etos kerja guru, sehingga mengakibatkan kurangnya kreatifitas dan inovasi karena harus dibenturkan dengan keadaan yang mamaksakan dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhannya.
Disamping itu, peran antara guru honorer dan ASN memiliki beban dan tugas yang sama.
Terhambatnya perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini tidak terlepas dari keadaaan pendidikan yang carut-marut, dimulai dari kurikulum pendidikan yang hingga saat ini senantiasa terjadi perubahan.
Proses adapatasi kurikulum baru di Indonesia dinilai lambat karena kurangnya faktor-faktor yang mendukung dalam merealisasikan kurikulum tersebut seperti kurangnya sosialisasi dan pelatihan, ruang belajar yang tidak memadai, dan pemenuhan kebutuhan pendukung lainnya yang mengakibatkan penerapan kurikulum tersebut tidak optimal.
Pemerataan pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai masih tidak secara merata menjadi faktor hambatan dalam melaksanakan peranan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan di Indonesia.
Dilihat dari masih banyaknya sekolah yang memiliki ruang kelas tidak layak dan fasilitas lain yang harus diperbaiki, terutama sekolah yang berada di daerah tertinggal. Sedangkan seluruh masyarakat memiliki hak pendidikan yang sama sebagai warga negara Indonesia.