PORTALBOGOR.COM, BANDUNG - Bank Emok, istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat, menjadi sorotan utama dalam riset yang dilakukan oleh tim mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran.
Bank Emok dikenal sebagai lembaga nonformal atau rentenir yang memberikan pinjaman tanpa jaminan dengan suku bunga tinggi yakni mencapai 25%.
Sistem ini menargetkan ibu-ibu sebagai debiturnya dan menggunakan metode penagihan secara kelompok dengan duduk lesehan.
Permasalahan yang ditimbulkan oleh Bank Emok, terutama sistem bunga tinggi dan tanggung renteng, mendorong tim mahasiswa yang terdiri dari Fathimah Azzahra, Bambang Aji Wibowo, Luthfia Qolbi Salima, Harits Raihan Rafi, dan Alpi Badriyani untuk membuat sebuah riset dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora.
Riset yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama keberadaan Bank Emok dan dampaknya terhadap masyarakat, dilakukan di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
"Riset berlangsung dari Juni hingga Agustus, dengan pengumpulan data primer yang dilakukan dari 7 Mei hingga 2 Juni 2024," kata Fathimah Azzahra selaku tim mahasiswa FEB Unpad kepada awak media portalbogor.com pada Senin (22/07).

Diketahui berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cileunyi Wetan, praktik pinjam-meminjam uang melalui Bank Emok masih marak terjadi.
"Ya, ada. Banyak. Cuma kebanyakan diem-diem, ngga terang-terangan. Jadi, ngga ada (data) siapa-siapanya yang pinjam," ungkap Kepala Seksi Pemerintahan Desa.
Sementara itu, Kepala Desa Cileunyi Wetan yakni H. Hari Haryono, S.H., memberikan dukungan penuh terhadap riset ini.